Langsung ke konten utama

Sebuah Harapan melalui I am Hope

Alkimia Production House yang bekerja sama dengan Wulan Guritno dan Amanda Soekasah- selaku tim produser membuat sebuah film yang menceritakan seorang gadis  yang berjuang melawan kanker. 

Dalam film I am Hope, Mia (Tatjana Saphira) mempunyai mimpi untuk membuat sebuah pertunjukkan. Keinginan tersebut harus terhenti seketika dia divonis mengidap penyakit kanker yang mana Ibunya dulu terengut nyawanya oleh penyakit tersebut. Di tengah perjuangan Mia melawan penyakit mematikan itu, hadirlah Maia (Alessandra Usman) yang merupakan sosok penyemangat bagi Mia dalam melewati segala tantangan hingga memperjuangkan mimpi besarnya. 


Mia 21 tahun (Tatjana) adalah seorang perempuan yang sangat berkeinginan keras untuk membuat pertunjukan. Namun mimpi tersebut harus terhenti sementara karena ia divonis mengidap kanker, penyakit sama yang pernah merenggut nyawa sang ibunda.
Mia yang berasal dari keluarga serba berkecukupan, kini pun sudah hidup ala kadarnya karena biaya pengobatan ibunya terdahulu. Dan semenjak vonis kanker kembali terdengar di telinganya, di saat itu juga ia merasa seluruh pengalaman kelam yang pernah menimpa keluarganya akan kembali terulang.
Ayahnya (Tio Pakusadewo) akan kembali terpuruk, ekonomi makin merosot, dan yang paling tergaris bawah merah baginya, adalah mimpinya yang perlahan akan sirna. Namun demikian, Mia selalu ditemani oleh Maia, yang terus setia dan bersikap positif disampingnya.Mia pun tegar berjuang menguatkan dirinya untuk menghadapi beberapa proses kemoterapi, sampai hampir seluruh tabungan yang telah ia persiapkan untuk membuat pertunjukan habis terpakai. Pada suatu hari di antara ronde-ronde pengobatan yang ia jalani, Mia mencoba untuk menghubungi salah seorang produser pertunjukan ternama melalui kenalan yang ia miliki.



Teasier film ini dapat dilihat di
https://iamhopethemovie.comhttps://youtube.com/TBef_Yu7z3M


Wulan Guritno, sebagai tanda kepeduliannya terhadap pejuang pejuang kanker, ia juga mengadakan gerakan I am Hope dengan cara menjual gelang #Hope yang sudah terjual sebanyak 12.000 pcs.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampyong Betawi

      DKI Djakarta. Kota yang terkenal dengan kemacetannya ini ternyata kaya akan seni budaya juga lhoo... seperti salah satunya yang akan kita bahas yaitu Sampyong! Sampyong, merupakan sebuah alat musik yang berasal dari Jakarta dan sudah ada diperkirakan pada masa sebelum Islam. Mengapa demikian? Karena musik ini digunakan untuk meramaikan upacara baritan atau sedekah bumi. Seperti kita ketahui, upacara sedekah bumi itu bertujuan menyampaikan persembahan kepada Dewi Kesuburan yaitu Dewi Sri.   Nah penasaran, kaaan... bagaimana sih cara menggunakan Sampyong ini? dan apakah pada zaman yang sudah serba modern ini alat musik klasik seperti itu masih terlihat eksistensinya?   Jakarta pada kisaran tahun 1970 masih merupakan salah satu kota agraris. Pada masa itu, kota yang sekarang dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit ini masih dipenuhi sawah-sawah yang menghampar luas. Naaah, Di sinilah uniknya,  ternyata, sawah-sawah yang mengahampar tersebut berkaita...

KETHEK OGLENG

Wonogiri merupakan salah kabupaten yang ada di Jawa tengah. Kabupaten ini mempunyai pesawahan yang sangat luas dan tercatat memiliki penduduk sebanyak kurang lebih 1.252.000,- jiwa. Secara sejarah kota ini merupakan basis perjuangan Raden Mas Said atau Pangeran Mangkunegara I dan wangsa Mataram ketika perang melawan para kompeni pada pertengahan abad ke-18. Wilayah Wonogiri yang tandus dan berbukit, secara kultural melahirkan beragam corak budaya yang bervariasi. Meskipun Wonogiri terletak di daerah Jawa, namun Wonogiri tetap menunjukkan ciri khas dan keragamannya sendiri lho! contohnya adalah kesenian Kethek Ogleng. Kethek Ogleng merupakan salah satu seni tari yang ada di Wonogiri. Kalian   yang mempunyai latar belakang Jawa mayoritas pasti tahu arti dari Kethek itu sendiri. Ya, dalam bahasa Jawa, Kethek berarti seekor kera sedangkan Ogleng sendiri berarti suara sarun demung ( sarun besar) yang sebagian orang menyebutnya gleng . Tarian ini merupakan sebuah...

Dinner Romantis di Bali (Qui)

Selamat malam Minggu semua.... Malam ini, malam mingguan ama siapa? Kemana? Hem.  Yang punya pasangan jangan sering-sering ajak pacarnya malam mingguan, cepet halalin aja. Buat yang jomblo atau LDR jangan sedih kalo kalian gak bisa malem mingguan ama pacar (kayak gue sekarang hiks :(), kalian masih bisa ngabisin malem minggu quality-time-an dengan orang-orang tercinta seperti sahabat atau keluarga. Apalagi buat kalian yang udah kerja, jarang-jarang kan punya waktu  luang buat ketemu mereka... Hehe Sooo guys, malem ini gue abis dinner cantik nan romantis bareng dua sahabat gue-yang udah berapa tahun ya gak ketemu?- Sahabat yang udah terjalin sejak sebelum negara api menyerang dan sebelum Naruto berhasil mengalahkan Madara. APASIH!  Maafkan Muka 'Geuleuh' Kami Setelah pertimbangan yang matang akhirnya kali ini kami memutuskan untuk makan malam di Bali Qui cabang Ciputat. Agak baper sih makan di tempat ini, kenapa? Karena tempatnya remang-remang ala candl...